Jenis Blower Yang Sering Digunakan Beserta Cara Memilihnya

Blower adalah perangkat yang menghasilkan aliran udara bertekanan tinggi untuk memindahkan atau mengangkut gas, udara, atau bahan lainnya. Blower digunakan secara luas dalam berbagai industri dan aplikasi, seperti ventilasi, pendinginan, pemanasan, pengeringan, pembersihan, dan pengangkutan. Ada banyak jenis blower, tetapi beberapa yang paling umum adalah:

1. Blower Sentrifugal (Centrifugal Blower):

Blower sentrifugal sering digunakan dalam aplikasi di mana diperlukan tekanan udara yang tinggi, seperti sistem ventilasi industri, pengumpulan debu, pengangkutan pneumatik, dan pasokan udara untuk pembakaran.

Baca juga Artikel: Menghitung Kebutuhan Aliran Udara dan Tekanan untuk Menentukan Tipe Blower yang Sesuai

2. Blower Positive Displacement (Positive Displacement Blower):

Blower positif displacement menggunakan dua atau lebih lobus atau sekrup berputar untuk menangkap dan mengompres udara atau gas dalam volume tetap. Udara atau gas kemudian dikeluarkan dengan laju aliran dan tekanan yang konstan. Blower positif displacement cocok untuk aplikasi yang memerlukan volume udara atau gas rendah hingga sedang dengan tekanan tinggi, seperti pengolahan air limbah, peningkatan gas, pompa vakum, dan aerasi.

3. Blower Regeneratif (Regenerative Blower):

Blower regeneratif menggunakan impeler dengan beberapa bilah untuk menciptakan pusaran udara atau gas yang terus-menerus beredar dan terkompresi. Udara atau gas kemudian dikeluarkan melalui sisi kanal atau cincin. Blower regeneratif cocok untuk aplikasi yang memerlukan volume udara atau gas sedang hingga tinggi dengan tekanan rendah hingga sedang, seperti pisau udara, jet spa, sistem pengeringan, dan mesin cetak.

Jenis Blower Yang Sering Digunakan

Baca juga Artikel: Toko Exhaust Fan, Dimana Saya Bisa Membeli Exhaust Fan Murah di Surabaya?

Pemilihan Blower yang Tepat

Setiap jenis blower memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan pemilihan yang tepat tergantung pada persyaratan khusus dan kondisi aplikasi. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

  • Laju aliran. Ini adalah jumlah udara atau gas yang dapat disuplai blower per satuan waktu, biasanya diukur dalam kaki kubik per menit (CFM) atau meter kubik per jam (m3/jam). Laju aliran bergantung pada ukuran, kecepatan, dan desain blower, serta tekanan dan suhu udara atau gas.
  • Tekanan. Ini adalah gaya yang dapat dihasilkan blower pada udara atau gas, biasanya diukur dalam pound per inci persegi (psi) atau kilopaskal (kPa). Tekanan bergantung pada resistensi dan gesekan dalam sistem, serta densitas dan viskositas udara atau gas.
  • Daya. Ini adalah energi yang dikonsumsi blower untuk beroperasi, biasanya diukur dalam daya kuda (hp) atau kilowatt (kW). Daya bergantung pada efisiensi, kecepatan, dan beban blower, serta tegangan dan frekuensi pasokan listrik.
  • Kebisingan. Ini adalah suara yang dihasilkan blower selama operasi, biasanya diukur dalam desibel (dB). Kebisingan bergantung pada jenis, kecepatan, dan desain blower, serta instalasi dan lingkungan sistem.

Kesimpulan

Dengan membandingkan faktor-faktor ini, pengguna dapat memilih jenis blower yang paling sesuai untuk aplikasi mereka. Misalnya, jika pengguna membutuhkan laju aliran tinggi dan tekanan rendah, mereka dapat memilih blower sentrifugal. Jika pengguna membutuhkan laju aliran rendah dan tekanan tinggi, mereka dapat memilih blower positif displacement. Jikaa pengguna membutuhkan laju aliran sedang dan tekanan sedang, mereka dapat memilih blower regeneratif.

Jika Anda membutuhkan blower untuk kebutuhan sirkulasi gedung favorit Anda, silahkan hubungi kami di 081232339308 untuk mendapatkan penawaran menarik. Atau bisa langsung mengunjungi Official Store Kami di SHOPEE dan di TOKOPEDIA.

Selain itu, kami juga menyediakan banyak produk blower dan fan lainnya. Silahkan cek DISINIDISINI, atau DISINI.